← Semua Artikel

MTs Muhammadiyah Kasihan Bangun Jejaring Literasi, Perpusda Bantul Siap Dukung Pengembangan Perpustakaan

Oleh Admin Madrasah

MTs Muhammadiyah Kasihan Bangun Jejaring Literasi, Perpusda Bantul Siap Dukung Pengembangan Perpustakaan

Bagaimana jika perpustakaan tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi jantung kehidupan madrasah? Semangat itulah yang sedang dibangun MTs Muhammadiyah Kasihan. Melalui kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantul, Selasa (1/9/2026), madrasah membuka peluang kolaborasi untuk memperkuat budaya literasi, meningkatkan kualitas perpustakaan, hingga melibatkan siswa sebagai penggerak melalui Sobat Perpus Madsaka.

BANTUL — Upaya MTs Muhammadiyah Kasihan dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah terus dikembangkan melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dilakukan dengan menjalin komunikasi dan membuka peluang kerja sama bersama Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bantul melalui kunjungan pada Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pihak madrasah untuk memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan perpustakaan, bertukar gagasan, sekaligus memperluas jaringan dengan lembaga yang bergerak di bidang perpustakaan dan literasi.

Kepala MTs Muhammadiyah Kasihan, Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I., memimpin langsung kunjungan tersebut. Ia hadir bersama Kepala Perpustakaan MTs Muhammadiyah Kasihan, Partiyem, S.Pd., pustakawan Suratno, dan tujuh guru lainnya.

Rombongan diterima oleh Endri Astuti, S.IP., Kepala Bidang Perpustakaan pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantul, beserta sejumlah pustakawan Perpusda. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan komunikatif dengan pembahasan seputar pengembangan perpustakaan serta program literasi yang dapat dioptimalkan oleh madrasah.

Endri Astuti turut mengenalkan sejumlah fasilitas, layanan, dan kegiatan yang diselenggarakan Perpusda Kabupaten Bantul. Informasi tersebut sekaligus membuka kemungkinan pemanfaatan berbagai program Perpusda oleh MTs Muhammadiyah Kasihan sebagai bagian dari penguatan kegiatan literasi.

Mengubah Perpustakaan Menjadi Ruang Belajar yang Hidup

Dalam diskusi tersebut, pihak madrasah menjelaskan proses pembenahan perpustakaan yang sedang dilakukan. Pengembangan tidak hanya diarahkan pada aspek fisik, tetapi juga pada fungsi dan peran perpustakaan dalam mendukung proses pendidikan.

MTs Muhammadiyah Kasihan ingin menggeser pandangan bahwa perpustakaan sebatas tempat koleksi buku dan layanan peminjaman. Perpustakaan diharapkan mampu menjadi ruang yang mendorong siswa untuk membaca, menggali pengetahuan, berdialog, mencari berbagai sumber informasi, menghasilkan karya, serta menyalurkan kreativitas.

Oleh karena itu, penataan perpustakaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Ruang perpustakaan diharapkan semakin aktif digunakan sebagai tempat belajar sekaligus menjadi salah satu pusat kegiatan literasi madrasah.

Bagi madrasah, keberadaan perpustakaan harus menyatu dengan aktivitas pendidikan sehari-hari. Kehadirannya bukan hanya sebagai fasilitas pendukung, melainkan sebagai salah satu sarana untuk membentuk kebiasaan belajar dan memperluas wawasan peserta didik.

Siswa Didorong Menjadi Penggerak Literasi

Penguatan budaya literasi juga tidak hanya mengandalkan peran guru dan pengelola perpustakaan. MTs Muhammadiyah Kasihan memberikan ruang yang lebih besar kepada siswa melalui pembentukan Sobat Perpus Madsaka.

Wadah tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar ikut mengambil peran dalam berbagai kegiatan perpustakaan. Selain membantu menghidupkan aktivitas perpustakaan, para siswa diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus motor penggerak kebiasaan membaca di antara teman-temannya.

Keterlibatan siswa menjadi bagian penting dari konsep perpustakaan yang ingin dikembangkan madrasah. Dengan demikian, perpustakaan tidak diposisikan sebagai fasilitas milik pengelola semata, tetapi sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan bersama oleh seluruh warga madrasah.

Meningkatkan Mutu Tata Kelola Perpustakaan

MTs Muhammadiyah Kasihan juga memiliki visi untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan secara lebih profesional. Pembenahan dilakukan dengan memperhatikan kualitas layanan, sistem pengelolaan, inovasi kegiatan, serta kenyamanan pengguna.

Madrasah menempatkan akreditasi sebagai salah satu sasaran pengembangan perpustakaan dalam jangka panjang. Target yang ingin dicapai bukan sekadar memperoleh status akreditasi, tetapi menghadirkan perpustakaan yang benar-benar memiliki standar layanan dan pengelolaan yang baik.

Untuk mewujudkannya, madrasah memandang bahwa proses belajar dari pihak lain sangat diperlukan. Pertukaran pengalaman, konsultasi, pendampingan, serta pembangunan kerja sama dengan lembaga yang berkompeten menjadi bagian dari strategi menuju perpustakaan yang lebih maju.

Perpusda Bantul dan Madrasah Siapkan Kerja Sama

Kunjungan tersebut menghasilkan pembicaraan mengenai sejumlah peluang sinergi antara Perpusda Kabupaten Bantul dan MTs Muhammadiyah Kasihan. Kedua pihak melihat adanya ruang yang cukup luas untuk mengembangkan kegiatan bersama dalam bidang perpustakaan dan literasi.

Sebagai langkah lanjutan, kedua lembaga berencana mempersiapkan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar pelaksanaan kerja sama.

Melalui kerja sama tersebut, berbagai bentuk kegiatan berpotensi dikembangkan, antara lain peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan, penguatan mutu pelayanan, pengembangan program literasi, pembinaan pengelolaan perpustakaan, serta optimalisasi akses warga madrasah terhadap layanan yang tersedia di Perpusda Kabupaten Bantul.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat melahirkan kegiatan konkret dan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi siswa, guru, pustakawan, serta seluruh warga madrasah.

Menjadikan Literasi sebagai Karakter Madrasah

Bagi MTs Muhammadiyah Kasihan, pengembangan perpustakaan merupakan bagian dari agenda yang lebih besar, yaitu membangun lingkungan pendidikan yang dekat dengan budaya literasi.

Literasi dipahami dalam pengertian yang lebih luas. Siswa tidak hanya diarahkan untuk gemar membaca, tetapi juga dibiasakan untuk menemukan informasi, memahami dan mengolah pengetahuan, menyampaikan gagasan, menghasilkan karya, serta berpikir sebelum menentukan pilihan.

Karena itu, penguatan perpustakaan, pembentukan Sobat Perpus Madsaka, dan rencana kemitraan dengan Perpusda Kabupaten Bantul menjadi rangkaian langkah yang saling berkaitan.

MTs Muhammadiyah Kasihan ingin menghadirkan perpustakaan yang tidak hanya memiliki koleksi, tetapi juga memiliki aktivitas; tidak hanya menyediakan ruang, tetapi menciptakan pengalaman belajar; serta tidak hanya melayani peminjaman buku, tetapi ikut membentuk karakter dan kemampuan siswa.

Dengan semangat tersebut, madrasah terus berupaya menjadikan literasi sebagai kebiasaan bersama, perpustakaan sebagai salah satu jantung pembelajaran, dan siswa sebagai pelaku utama dalam gerakan literasi.

Ketika membaca menjadi kebiasaan, wawasan akan semakin luas. Ketika wawasan berkembang, kemampuan berpikir pun semakin kuat. Dari sanalah diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, produktif, dan mampu meraih prestasi.